Gw yakin semua sepakat dan lgsg
paham kalo yg dimaksud ‘Timeline’ disini adalah fitur timeline untuk situs
jejaring sosial Twitter. So? Apa masalahnya? Nggak ada yg dipermasalahin sih,
cuma fenomena timeline di Twitter ini kadang suka bikin gw penasaran sama pola
komunikasi orang-orang yang seakan nggak memberi batasan orang lain untuk nggak
mengkonsumsi segala hal yang belom tentu berguna bagi para penggunanya.
Maksudnya? Maksudnya, saat orang mengetikkan di kolom “what’s happening?”
apakah mereka berpikir sebelum menekan tombol enter? Pasti lah mereka berpikir,
tapi apakah mereka berpikir bahwa tweet yang mereka sebar itu bermanfaat bagi
tweeps/followers nya? Secara naluriah org selalu berbagi segala hal yg
bermanfaat bagi org2 sekitarnya kok. Berbagi apapun kejadian atau pengalaman yg
baru aja dialami, bisa buat org lain belajar untuk mengikuti atau
menghindarinya.
Kalo gw pribadi sih nggak
masalah, semua orang berhak ngetweet apapun, tanpa batasan dan aturan asal
responsible. Agak menggelitik aja nanggepin orang2 yang terlalu serius
contohnya tweet ngajak berantem kayak gini:
“gue kejebak macet di sudirman 3 jam, gara2 ada demo… Brengsek!” tweet
macam kayak begitu tiap hari pasti muncul di timeline gue, soal bahasa nggak
penting, yg penting seenggaknya tweet itu memberikan informasi, oke sudirman
macet. Bandingkan dengan “sampah, di publish pula, kan masih ada jalur komunikasi lain sob, sms? RT sial kesiangan, gue nggak
masuk nih, absenin dong @someone @sometwo
@somthree @dkk”
Isinya… sampah? Gw bingung kenapa
org cepet bgt sensian ya? Nggak suka ya tinggal pencet pencetan unfollow beres,
as simple as that. Masalahnya bukan what’s wrong with you, tapi what’s wrong
with me, tanyakan sama diri lo, kenapa lo selalu mempermasalahkan hal2 sepele
yg nggak bermanfaat. Gw pribadi nggak suka (perlu penekanan disini) gw nggak
suka menanggapi hal2 kurang penting kayak begitu. Nulis di blog ini pun gw
maksudkan agar gw nggak ikut jadi kayak begitu dan tetep menjadi gw yg open
minded. Dan emg beneran menggelitik sih makanya gw tulis untuk bahan belajar gw
sendiri, siapa tau pemahaman gw (yg nggak semua sepakat) ini bermanfaat untuk
gw pribadi suatu hari nanti.
Kalo dari hasil diskusi saat
perkuliahan, (gw mahasiswa komunikasi UI *keren kan?* tiap materi pokok seputar
komunikasi, sosial media adalah bahasan tiap pertemuan sampe muntah) sosial
media khususnya Twitter emg berperan besar dalam perubahan pola komunikasi
manusia di jaman sekarang ini. Menyimpang atau nggak itulah perubahan, bisa
jadi menyimpang tapi emang terjadi karena ‘hegemoni’ di ‘Dunia Ketiga’ dan gw
pribadi merasakan dampaknya yg emg agak menyimpang dan seakan nggak bisa
melawan. Cuma bisa membatasi apa yg penting untuk saat ini.
“galau dikit copas (copy-paste) quote,
apaan sih? Nyampah! RT @galauman: lucky or not, you’re always not” dan tweet2
sejenisnya, well lagi2 persoalan yg nggak penting. Masalahnya dimana ya? Galau terus
ngetweet? Atau soal copas? -___- masih suka bgt ya nge-judge org, nggak semua
org copas apa yg dia tweet. Mekanisme org ngetweet berisi quote itu begini
kira2: dia liat, baca, pahami, dan baru di tweet dan di share. Copas? Apa sih
yg nggak di copas? Semua ilmu yg lo pelajari di copas bukannya? Udah nggak
perlu di seriusin kalo bukan permasalahan serius, santai aja lah.
