Rabu, 01 Juli 2026

Invisible Man

Seniman yang oke banget nih menunut gw, niat banget sob!
Doi punya perspektif yang bagi gw susah bahkan males banget buat nyobain ide gila kayak gini nih.


Wow Google Didenda 140 Juta Rupiah Perhari

Google dijatuhi putusan bersalah atas proyek pemindaian buku ke teks digital. Google didenda harus membayar US$ 14.300 (Rp 140 juta) per hari sebagai konsekuensinya.

ADOBE CS4 MASTER COLLECTION



Buat para pecinta Adobe, ada software "gratisan" nih...
Eits, jangan salah nangkep dulu nih, bukan maksud meramaikan pembajakan software... ini murni share. Jadi terserah uploadernya dong, doi mau berbagi software. Intinya juga lo mesti bayar, bayar biaya downloadnya hihihi, 7 Gb lebih sob. Biar gampang di kompres sekecil mungkin alhasil jadi kepotong sampe 23 part. Sanggup? Coba test provider internet lo semua, gw sendiri hampir seminggu baru kelar nih download semua pake Speedy bahkan, dan enaknya bisa di pause kalo pake IDM, akhirnya... sukses di install.

Transformers: Revenge of the Fallen



It is revealed that thousands of years ago there was a race of ancient Transformers who scoured the universe looking for energon sources. Known as the Dynasty of Primes, they used machines called Sun Harvesters to drain stars of their energy in order to convert it to energon and power Cybertron's AllSpark.

iPod Touch


The iPod Touch (trademarked and marketed as iPod Touch) is a portable media player, personal digital assistant, and Wi-Fi mobile platform designed and marketed by Apple Inc. The product was launched on September 5, 2007, at an event called The Beat Goes On. The iPod Touch adds the multi-touch graphical user interface to the iPod line. It is the first iPod with wireless access to the iTunes Store, and also has access to Apple's App Store, enabling content to be purchased and downloaded directly on the device. Apple Inc. has sold 20 million iPod Touch units as of September 2009.

My New Blog



Halo semua!

Selamat datang di blog baru gw... hehehe ENJOY!!!

Senin, 29 Oktober 2012

Fenomena Di Timeline

Gw yakin semua sepakat dan lgsg paham kalo yg dimaksud ‘Timeline’ disini adalah fitur timeline untuk situs jejaring sosial Twitter. So? Apa masalahnya? Nggak ada yg dipermasalahin sih, cuma fenomena timeline di Twitter ini kadang suka bikin gw penasaran sama pola komunikasi orang-orang yang seakan nggak memberi batasan orang lain untuk nggak mengkonsumsi segala hal yang belom tentu berguna bagi para penggunanya. Maksudnya? Maksudnya, saat orang mengetikkan di kolom “what’s happening?” apakah mereka berpikir sebelum menekan tombol enter? Pasti lah mereka berpikir, tapi apakah mereka berpikir bahwa tweet yang mereka sebar itu bermanfaat bagi tweeps/followers nya? Secara naluriah org selalu berbagi segala hal yg bermanfaat bagi org2 sekitarnya kok. Berbagi apapun kejadian atau pengalaman yg baru aja dialami, bisa buat org lain belajar untuk mengikuti atau menghindarinya.

Kalo gw pribadi sih nggak masalah, semua orang berhak ngetweet apapun, tanpa batasan dan aturan asal responsible. Agak menggelitik aja nanggepin orang2 yang terlalu serius contohnya tweet ngajak berantem kayak gini:

“gue kejebak macet di sudirman 3 jam, gara2 ada demo… Brengsek!” tweet macam kayak begitu tiap hari pasti muncul di timeline gue, soal bahasa nggak penting, yg penting seenggaknya tweet itu memberikan informasi, oke sudirman macet. Bandingkan dengan “sampah, di publish pula, kan masih ada jalur komunikasi lain sob, sms? RT sial kesiangan, gue nggak masuk nih, absenin dong @someone @sometwo @somthree @dkk”

Isinya… sampah? Gw bingung kenapa org cepet bgt sensian ya? Nggak suka ya tinggal pencet pencetan unfollow beres, as simple as that. Masalahnya bukan what’s wrong with you, tapi what’s wrong with me, tanyakan sama diri lo, kenapa lo selalu mempermasalahkan hal2 sepele yg nggak bermanfaat. Gw pribadi nggak suka (perlu penekanan disini) gw nggak suka menanggapi hal2 kurang penting kayak begitu. Nulis di blog ini pun gw maksudkan agar gw nggak ikut jadi kayak begitu dan tetep menjadi gw yg open minded. Dan emg beneran menggelitik sih makanya gw tulis untuk bahan belajar gw sendiri, siapa tau pemahaman gw (yg nggak semua sepakat) ini bermanfaat untuk gw pribadi suatu hari nanti.

Kalo dari hasil diskusi saat perkuliahan, (gw mahasiswa komunikasi UI *keren kan?* tiap materi pokok seputar komunikasi, sosial media adalah bahasan tiap pertemuan sampe muntah) sosial media khususnya Twitter emg berperan besar dalam perubahan pola komunikasi manusia di jaman sekarang ini. Menyimpang atau nggak itulah perubahan, bisa jadi menyimpang tapi emang terjadi karena ‘hegemoni’ di ‘Dunia Ketiga’ dan gw pribadi merasakan dampaknya yg emg agak menyimpang dan seakan nggak bisa melawan. Cuma bisa membatasi apa yg penting untuk saat ini.

“galau dikit copas (copy-paste) quote, apaan sih? Nyampah! RT @galauman: lucky or not, you’re always not” dan tweet2 sejenisnya, well lagi2 persoalan yg nggak penting. Masalahnya dimana ya? Galau terus ngetweet? Atau soal copas? -___- masih suka bgt ya nge-judge org, nggak semua org copas apa yg dia tweet. Mekanisme org ngetweet berisi quote itu begini kira2: dia liat, baca, pahami, dan baru di tweet dan di share. Copas? Apa sih yg nggak di copas? Semua ilmu yg lo pelajari di copas bukannya? Udah nggak perlu di seriusin kalo bukan permasalahan serius, santai aja lah.